Panembahan Senopati (Sutawijaya)

Panembahan Senopati, atau Danang Sutawijaya adalah The Founding Father dari Kasultanan Mataram Islam, dan merupakan Raja Pertama Kasultanan Mataram Islam.

Assalamu’alaikum, lur. Pada postingan kali ini saya Iqbal mau menguraikan beberapa fakta mengenai Panembahan Seopati, yaitu seorang Raja pertama Kesultanan Mataram Islam. Meskipun saya merupakan peranakan Jawa dan Batak, tapi saya sangat senang sekali kalau membahas tentang sejarah kebesaran Nusantara khususnya Jawa. Berawal dari rasa penasaran saya, gimana sih kehidupan dan sistem tata negara di Nusantara ini sebelum kita disatukan dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kalian penasaran juga kan?

Kasultanan Mataram Islam sendiri merupakan cikal bakal dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Baca Juga : Perbedaan Solo dan Surakarta

Catatan pertama dalam sesi Bumi Mataram kali ini saya mulai dari pembahasan tentang Panembahan Senopati, karena beliau adalah The Founding Father dari Kesultanan Mataram Islam di Nusantara.

Nama Asli Panembahan Senopati

Panembahan Senopati adalah gelar dari Raja Pertama Kerajaan Mataram Islam. Gelar lengkapnya adalah Panembahan Senopati ing ‘Alaga Sayyidin Panatagama Kalifatullah ing Tanah Jawa. Namun, sebelum beliau dinobatkan sebagai Raja Mataram beliau memiliki nama asli Danang Sutawijaya. Beliau adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan dan Nyai Sabinah. Ki Ageng Pemanahan sendiri merupakah seoarang tokoh yang masih berketurunan dari Brawijaya V, raja Majapahit yang terakhir.

Arti dari Panembahan Senopati

Panembahan Senopati sendiri mempunyai arti senagai berikut,
Panembahan = Seseorang yang disembah, dipuja, ditinggikan derajatnya, dijadikan sebagai junjungan.
Senopati = Panglima Perang atau Pemimpin dalam Perang
ing ‘Alaga = di Medan Laga atau Battle Field atau medan perang
Sayyidin = Sayyidina yang artinya baginda, yang mulia
Panatagama = dari kata Penata dan Agama, yang mengatur hal hal terkait dengan agama.
Kalifatullah = Sebagai wakil Allah atau wakil Tuhan
ing Tanah Jawa = khususnya di Tanah Jawa

Tautan : Makna kata Sayyidina (NU Online)

Tidak Menggunakan Gelar Sultan

Hal yang unik dari Eyang Panembahan Senopati ialah, beliau adalah Sultan Mataram yang tidak menggunakan gelar Sultan. Beliau lebih memilih menggunakan gelar Panembahan Senopati. Tentu saja hal tersebut bukan tanpa alasan ya, banyak hal yang menjadi pertimbangan saat disematkan gelar pada Eyang Danang Sutawijaya. Beberapa pertimbangannya adalah sebagai berikut:

Untuk Menghormati Sultan Hadiwijaya

Pemilihan gelar Panembahan adalah bentuk penghormatan kepadan Raja dari Kesultanan Pajang kala itu yaitu Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir dan juga Pangeran Benowo (adik angkat Danang Sutawijaya). Sedangkan Sultan Hadiwijaya sendiri merupakan Ayah Angkat dari Danang Sutawijaya.

Kenapa kok bisa dibilang menghormati Sultan Hadiwijaya? Karena makna dari Panembahan sendiri adalah orang yang dijadikan junjungan, namun strata atau levelnya masih di bawah Sultan dan Pangeran

Sebagai simbol Eling Ngisor lang Ndhuwur

Gelar Panembahan dipilih juga sebagai simbol Eling Ngisor lan Ndhuwur. Jadi semacam perlambang bahwa di atas langit masih ada langit, dan di bawah masih ada bumi yang kita pijak.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *