Klinik Kopi Jogja

Klinik Kopi Jogja Meja Brewing

Klinik Kopi Jogja adalah salah satu tempat ngopi di Yogyakarta yang sangat terkonsep. Punya kosep yang sangat kuat, suasana yang syahdu, brand dari sang barista Mas Pepeng yang mantap. Di sini saya akan menuliskan beberapa fakta dan beberapa dari pengalaman saya tentang Klinik Kopi Jogja.

Baca Juga : Yummy Coffee Indomaret

Mas Pepeng, sang Barista

Klinik Kopi Jogja Mas Pepeng
Mas Pepeng Firmansyah Bergitar

Berawal pada April 2016, saya datang ke Jogja untuk bekerja di sebuah warung kopi kecil-kecilan. Di hari-hari pertama saya mendapatkan semacam tour dari bos saya, Bapak Sigit. Bapak Sigit yang merupakan petinggi Yakkum, membawa saya keliling untuk belajar tentang perkopian. Mulai dari mendatangi festival kopi di JEC, hingga berkeliling ke beberapa warung kopi. Dan, nama orang hebat pertama yang saya dengar dari bos saya adalah Mas Pepeng. Bos saya bilang,

Festival Kopi JEC

“Besok kamu ke tempat yang namanya Klinik Kopi, di sana ada yang Namanya Mas Pepeng. Kamu bisa belajar soal kopi di sana.”

Setelah saya baca-baca di Instagram dan website Klinik Kopi, meluncurlah saya ke Jalan Kaliurang. Saya ke sana untuk minum kopi (ya jelas lah coeg) dan roasting beberapa kopi dari warung. Setelah beberapa kali mampir ke Klinik Kopi, jelas terasa auranya bahwa brand image Klinik Kopi tidak lepas dari sosok Mas Pepeng ini. Menurut saya sangat wow! Saya lebih melihat Mas Pepeng ini sebagai seniman Kopi daripada sebagai pengusaha warung kopi.

Saya mendapati satu persamaan saya dengan Mas Pepeng, yaitu sama-sama suka dengerin band Jepang yang namanya “Toe”. Belakangan di awal tahun 2019, baru saya tau kalau nama asli Mas Pepeng adalah Firmansyah. Anjir darimana aja gue coeg! XD

Lihat Videonya : Toe – Past and Language – Youtube

Konsep Klinik Kopi Jogja

Klinik Kopi Jogja memiliki konsep seperti Klinik, sebagaimana namanya. Para pelanggan yang datang untuk minum kopi di sini disebut dengan pasien. Kita akan diberikan nomor antrian, mengantre, dan akan dipanggil sesuai dengan nomor urutan. Setelah masuk ke ruang brewing, biasanya sih kita akan ditanya “Terakhir minum kopi apa?” Saya jawab aja dengan bercanda, “Terakhir sih minum kopi sachet, Mas.” Wkwkwk. Di atas meja brewing berjajar beberapa biji kopi di dalam toples. Dan di meja tersebut Mas Pepeng akan membuatkan segelas kopi single origin sesuai keinginanmu. Mantap! Biasanya Mas Pepeng menggunakan dripper V60, tapi sekarang Klinik Kopi sudah punya dripper sendiri. Bekerjasama dengan Kaloka Pottery, Klinik Kopi Jogja melahirkan produk KOKA dripper.

Misbar Gerimis Bubar

Lihat juga : Cleaning Service Panggilan Jogja

Story Telling

Selain mendapatkan kopi pilihan yang mantap dari berbagai daerah di Indonesia, di Klinik Kopi Jogja kita juga akan mendapatkan berbagai cerita, khususnya tentang Kopi. Mas Pepeng sang Barista akan menceritakan banyak hal tentang Kopi. Mulai dari asalnya, berbagai proses pengolahannya, hingga sampai menjadi segelas kopi yang kita minum. Yang jelas, setiap kopi itu unik. Berbeda cara panen, mengupas, mengeringkan saja sudah membuat rasa dari kopi itu berbeda. Belum lagi cara roasting, alat untuk roasting, tingkat kematangan saat roasting, bahkan beda barista juga beda rasa. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi rasa kopi.

Klinik Kopi Foto Petani Kopi

Jangan ada gula di antara kita

Menjadi sebuah slogan di Klinik Kopi, bahwa minum kopi yang biji kopi yang digiling dan diseduh. Jangan sampai ada tambahan gula, karena gula sendiri akan merusak rasa asli dari kopi. Untuk orang-orang yang yang penting minum seperti saya dulu, pastilah bodo amat. Tapi untuk bisa menikmati kopi yang enak, kita harus membuktikan dengan meminum kopi tanpa ada tambahan apapun. Setelah membaca slogan ini, saya semakin yakin dengan slogan saya bahwa Mie Ayam yang enak harus dibuktikan dengan memakannya tanpa sambal ataupun saus.

Salah Kaprah Minum Kopi

Klinik Kopi Red Bourbon

Mungkin ada yang pernah merasakan beberapa efek samping minum kopi? Ada yang bilang bikin hipertensi, jantung berdebar-debar, pusing, bahkan sampai dengan diabetes. Sayangnya, sekian banyaknya orang yang mengeluh seperti itu lebih dari 90% belum pernah minum kopi single origin. Dan dari sekian orang yang mengeluh tersebut hampir semua berasumsi bahwa kopi itu adalah kopi sachet. Watafak! Di sinilah yang perlu diluruskan, karena salah kaprah ini sudah berlangsung puluhan tahun. Jangan men-judge kopi dengan meminum kopi sachet, cuk! (Kok jadi ngegas anjeng?!) Karena kopi sachet tidak merepresentasikan hakikat kopi, bahkan bisa dibilang blacksheep dari madzhab kopi. Hahaha. Bagi yang masih memiliki keluhan seperti di atas, semoga lekas diberikan hidayah dan mencoba meminum kopi yang beneran.

Madzhab Kopi

Kalau kamu mulai belajar untuk berhijrah dari kopi sachet dam mulai untuk meminum kopi beneran. Khususnya kalau kamu sering mampir ke Klinik Kopi Jogja nih. Kamu akan mendapati setidaknya 2 Madzhab Kopi, yaitu kopi murni atau single origin dan madzhab kopi campur-campur. Nah, untuk Klinik Kopi Jogja ini sendiri tidak menyediakan kopi campur-campur ya gaes. Kopi murni saja, jangan ada gula di antara kita, apalagi susu.

Untuk single origin, tentu saja biasanya menggunakan biji kopi arabica yang diproses dengan beberapa jenis pemrosesan biji kopi. Dan untuk kopi campur-campur maksudnya, kopi yang biasanya diminumnya dengan berbagai macam tambahan, contoh gampangnya adalah gula dan susu. Jadi penganut madzhab kopi campur-campur ini adalah yang biasa minum cappuccino, latte, mocha, dll. Kalau saya sendiri sih lebih cenderung ke kopi indomaret. Hahaha, single origin sih doyan tapi lebih suka yang campur-campur juga.

Biji Kopi Nusantara

Klinik Kopi Roastery

Di Klinik Kopi Jogja ini, menyediakan berbagai macam biji kopi dari berbagai penjuru nusantara. Ya, karena memang pesan yang ingin disampaikan kurang lebih adalah : Indonesia ini kaya akan kopi yang enak, jadi jangan menghabiskan waktumu untuk meminum kopi sachet. Biji-biji kopi nusantara ini dicari dan dibeli sendiri oleh Mas Pepeng dari petani kopi di berbagai wilayah di Indonesia. Jadi bisa dibilang Mas Pepeng ini bukan sekedar barista yang nyeduh kopi.

Mengedukasi Petani

Selain membeli langsung dari petani kopi di berbagai daerah, Mas Pepeng juga berbagi wawasan tentang cara memproses biji kopi kepada para petani kopi. Mulai dari memanen, proses mengupas, mengeringkan, membuat dome, hingga jadi biji kopi yang berkualitas. Karena segelas kopi yang enak, tidak hanya ditentukan dari bijinya. Tapi juga prosesnya yang panjang. Karena itulah diperlukan edukasi pada petani kopi, supaya kopi yang tersaji di meja brewing kualitasnya tetap terkontrol. Ngeri ya gaes?

Klinik Kopi Jogja, Mengedukasi Penikmat Kopi

Selain mengedukasi petani kopi, keberadaan Klinik Kopi Jogja ini juga berperan dalam mengedukasi penikmat kopi. Khususnya di indonesia, masih banyak yang terjerat nikmat sesaat dari kopi sachet. Pesannya di sini bukan kita tidak boleh minum kopi sachet ya, karena tidak dipungkiri kopi sachet adalah awal dimana kita mulai mengenal dan menikmati kopi. Tapi pesan yang ingin disampaikan adalah, Indonesia ini kaya dengan berbagai macam kopi. Jadi nikmatilah berbagai cita rasa dan karakteristik kopi dari berbagai penjuru nusantara ini. Selain, kopi murni juga jauh lebih sehat dibandingkan kopi yang sudah terfabrikasi dan banyak dicampur dengan bahan tambahan.

Klinik Kopi Jogja, nggak cuma ngobrolin Kopi

Yang selanjutnya, yang saya suka dari Klinik Kopi Jogja ini adalah bisa banyak membuka wawasan. Kita nggak cuma bisa ngobrolin kopi dengan sang barista. Kita juga bisa membahas soal arsitektur, contoh misal arsitektur untuk Klinik Kopi Jogja ini sendiri yang menggunakan mayoritas bahan dari bambu. Kita juga bisa ngobrolin soal bisnis, coba saja tanyakan ke Mas Pepeng bagaimana pandangannya soal bisnis. Bisa ngobrolin soal berkebun, sustainability (kelestarian), dan lain-lain. Pokoknya pengalaman ngopi di Klinik Kopi Jogja kan sangat berkesan buat kamu yang ingin membuka wawasan.

Jadi seperti itu beberapa hal menarik yang mungkin belum semua bisa ditulis di sini. Tulisan ini juga ditujukan buat teman-teman saya yang dari dulu saya ajak mampir ke Klinik Kopi Jogja tapi belum keturutan. Ya kurang lebihnya itu yang pengen saya ceritakan. Buat yang longgar, ayo kita agendakan bosku!

Wassalamu’alaikum~

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *